BLOG DOSEN

  • Pendidikan
  • Riset
  • Teknologi
  • Essay
pomosda

Posting - 02 Mar 2015

Muhammad Pudhail

Disiplin Ilmu Teknik dan Penataan Gelar Akademik


Pengantar

Disiplin ilmu Teknik secara formal awalnya diperkenalkan dijaman kolonial. Berdirinya Technische Hogeschool Bandoeng (THS) di Kota Bandung (yang kemudian terkenal sebagai ITB) merupakan institusi pendidikan tinggi teknik pertama di Nusanatara. Itulah sebabnya gelar akademik alumni THS, bergelar Insinyur (Ir.), bahkan masih digunakan untuk sarjana teknik di indonesia yang lulus sebelum tahun 1993. Gelar Ir. dan juga Drs, serta Mr. (Ahli hukum) semuanya adalah warisan pemerintah kolonial Belanda.

Terlepas dari asal usul dan sebagainya, kita coba berpikir kembali bahwa sejak keluarnya KKNI (Kerangka Kompetensi Nasional Indonesia), tahun lalu, pemerintah berusaha mensosialisasikan KKNI ke seluruh perguruan tinggi di tanah air. Penataan terhadap penamaan seluruh program studi termasuk disiplin ilmu Keteknikan, sudah dimulai sejak tahun 2007. Bahkan, 22 tahun sebelumnya, penataan gelar akademik sudah dilakukan, tepatnya pada tahun 1993. Penggunaan gelar akademik telah diatur oleh pemerintah, salah satu diantaranya yang sampai saat ini jarang orang tahu, bahwa gelar akademik hanya dipakai dilingkungan pendidikan dan penelitian. Adalah perkecualian untuk gelar Profesi, diantaranya, dokter, arsitek, akuntan, pengacara, psikiater, dll.

Namun, masih sangat banyak pejabat negara, pejabat pemerintahan diberbagai tingkatan, serta masyarakat luas, tetap memakai gelar akademik dalam aktifitas profesionalnya, yang seharusnya hanya boleh digunakan di lingkungan pendidikan dan penelitian.

Sekali lagi, atas dasar lahirnya KKNI, pemerintah kembali menata ulang gelar akademik, terhitung tanggal 2 Februarai 2015, Kementrian Ristek dan Pendidikan Tinggi mengeluarkan Surat Edaran yang memuat :

Revisi SK Dirjen Dikti No. 163 tahun 2007 tentang Penataan dan Kodefikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi dan Permendikbud No. 154 tahun 2014 tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Serta-Gelar Lulusan Perguruan Tinggi.
(download 1 disini)
(download 2 disini)

Yang sudah jelas adalah setiap perguruan tinggi harus mampu menjelaskan seluruh perubahan yang baru tersebut kepada seluruh Stakeholder, khususnya mahasiswa.


Sekilas tentang Disiplin Ilmu Teknik

Program studi Keteknikan mucul terkait dengan keahlian membangun atau membuat sesuatu yang mutlak diperlukan untuk keperluan tertentu. Pada mulanya, berabad-abad lalu, semua kerajaan merekrut orang pintar untuk mengembangkan sistem pertahanan. Sehingga pada masa awal itu hanya militer yang biasa melakukan aktifitas keteknikan, untuk membangun konstruksi pertahanan (benteng), infrastruktur jalan/jembatan dan mesin-mesin perang, sehingga disebut dengan Military Engineering. Kemampuan demikian tentunya dikemudian hari dapat dimanfaatkan untuk membangun kepentingan masyarakat luas non-militer (sipil), sehingga kemudian disebut dengan istilah keteknikan sipil atau Civil Engineering.
Saat ini, cukup sulit untuk membedakan dengan jelas berbagai disiplin ilmu yang disebut Engineering. Bahkan sudah ada kecenderungan untuk berfusi dengan sains (matematika dan ilmu pengetahuan alam), dan diusulkan dengan istilah Scigeneering (Redefining Engineering Disciplines for the 21th Century, Zehev Todmor 2006, The Bridge Magazine).
Beberapa contohnya adalah, Material Science and Engineering, Bio-Science and Engineering, Molecular Science and Engineering serta Nano-Science and Engineering.

Tuntutan kerja profesional dalam lingkungan multi disiplin sudah menjadi keharusan untuk seluruh profesi Engineer. Istilah STEM ((science, technology, engineering, and mathematics) di berbagai Universitas di Amaerika dan Eropa telah manjadikan model kolaborasi Riset terpadu. Sejak awal tahun 2009, sudah banyak universitas di negara maju yang mulai menggunakan istilah Scieneering (bukan Scigeneering). Bisa dikatakan menjadi STEM++, dimana Scigeneering mencakup aspek Hukum, Budaya dan Etika.


Kesimpulan

Selama bertahun-tahun, penataan nama program studi dan gelar akademik, selalu dilakukan oleh pemerintah. Harapan banyak orang, khususnya di perguruan tinggi, adalah bagaimana pemerintah bisa menyerahkan sepenuhnya kepada asosiasi perguruan tinggi (termasuk asosiasi program studi), serta asosiasi profesi, untuk menata kembali keseluruhan aspek penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pemerintah nantinya hanya membuat rambu-rambu unruk melindungi kepentingan masyarakat sebagai pengguna jasa perguruan tinggi. Khususnya mahasiswa pemburu gelar instan dan penyelenggara Perguruan Tinggi yang hanya mau menerima sebanyak-banyaknya mahasiswa, bahkan ada yang berjualan Ijazah.


- ARTKEL TERPOPULER

- Muhammad Pudhail - 02 Mar 2015
Disiplin-Ilmu-Teknik-dan-Penataan-Gelar-Akademik
Read...