Pengantar

Keberadaan disiplin Ilmu Teknik Industri merupakan pengembangan ilmu teknik Mesin. Pada awalnya adalah upaya untuk memperluas kemampuan ahli teknik mesin (mechanical engineer) dalam lingkungan kerja manufaktur yang mulai menjalankan proses produksi dengan volume besar, sehingga kemudian banyak dipengaruhi oleh prinsip manajemen dan bisnis, termasuk pemasaran produk, hal ini membutuhkan tambahan pengetahuan baru untuk mendukung penyelesaian berbagai masalah dengan metode organisasi manajemen dan bisnis.

Pilihan program studi Teknik Industri yang ada pada jurusan Teknik Mesin pertama kali diselenggarakan di Universitas Purdue tahun 1911. Dalam perkembangannya sejak 1950-an mulai banyak perguruan tinggi di Amerika dan Eropa membuka program studi Teknik Industri yang terpisah dari Teknik Mesin.


Di Indonesia, sejak Prof Mathias Aroef pulang dari Cornell University 1958, beliau memperkenalkan Teknik Industri di Jurusan Teknil Mesin, pertama kali diselenggarakan secara terpisah dari Teknik Mesin ditawarkan sebagai Jurusan Teknik Produksi, pada tahun 1960 di ITB Bandung, kemudian berubah menjadi Teknik Industri tahun 1971, Prof. Dr. Ir. Mathias Aroef kemudian dikenal sebagai Perintis Teknik Industri Indonesia.

Kecenderungan selanjutnya, perkembangan disiplin ilmu Teknik Industri semakin banyak dipengaruhi oleh perkembangan disiplin ilmu lainnya, yang paling dominan diantaranya adalah :

- Operation Research (Teknik penyelesaian masalah dengan model matematis).
- Sistem dan Teknologi Informasi
- Manajemen Kualitas dan Organisasi Bisnis Modern


Disiplin Ilmu Teknik Industri di Amerika Serikat dan Eropa Barat sering diistilahkan dengan Industrial and System Engineering, Industrial and Manufacturing Engineering atau Manufacturing and Mechanical Engineering. Namun demikian, penamaannya sangat beragam, biasanya disesuaikan dengan landasan historis perjalanan disiplin ilmu tersebut pada masing-masing perguruan tinggi. Subyek kajian dari keragaman disiplin ilmu tersebut, secara ringkas disajikan pada dibawah ini.



Definisi yang umumnya digunakan mengenai disiplin ilmu Teknik Industri adalah, berkaitan dengan keahlian untuk merencanakan, menganalisis, merekayasa, merancang, mengendalikan, dan mengkonfigurasi instalasi sistem tertentu yang terintegrasi untuk dapat menghasilkan barang atau jasa dengan cara terbaik.

Dispilin ilmu Teknik Industri selalu berupaya merancang-bangun sistem dengan pendekatan optimasi yang terintegrasi untuk memaksimalkan performa aktivitas sistem sebagai suatu manajemen proses (supply chain management), mengkaji dan mengembangkan kualitas proses dengan metode statistical control serta tools manajemen lainnya, untuk menghasilkan barang dan jasa yang unggul.

Jurusan Teknik Industri STT POMOSDA ikut serta berupaya untuk terus mengembangkan berbagai metode penyelesaian masalah yang membutuhkan teknik analisis, disain, dan perekayasaan, sehingga selalu dapat mengembangkan industri yang mampu berkompetisi secara global, dengan SDM yang senantiasa meningkatkan kompetensi dan keahlian penguasaan ilmu dan teknologi yang terus berkembang dan terbaharukan. Memanfaatkan Knowledge Base Management dalam manajemen organisasi untuk meningkatkan performa secara berkelanjutan.

Visi

Mewujudkan Jurusan Teknik Industri STT POMOSDA sebagai salah satu pusat pengembangan Teknik Industri yang berkualitas, handal dan bermartabat, bersama dengan seluruh unsur komunitas akademis di bumi pertiwi dapat menghantarkan masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang adil, makmur, merdeka sejati lahir dan bathin.

Misi

1. Menghasilkan lulusan yang mampu mengamalkan ilmu yang berorientasi kepada kemaslahatan umat manusia, sebagai pengabdi ilmu pengetahuan yang dilandasi ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Menghasilkan lulusan yang menguasai profesi yang terkait dengan rancang-bangun dan pengembangan sistem industri dan fasilitasnya, serta memiliki penguasaan generik sains dasar yang kokoh untuk bidang Teknik Industri, sehingga mampu merespon setiap perkembangan Iptek.
3. Melaksanakan program pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan, menjalin kerja sama penelitian dan pengabdian dengan institusi pengguna lulusan beserta segenap masyarakat luas yang berkepentingan untuk kemaslahatan bersama.

Sasaran Program Pendidikan

Untuk mewujudkan visi misi jurusan, telah ditetapkan beberapa sasaran utama program pendiikan yang harus dicapai, sebagai berikut :

1. Menghasilkan lulusan yang siap untuk memenuhi standar kompetensi profesi 'Engineer' untuk disiplin ilmu Teknik Industri.
2. Menghasilkan penelitian dan pengembangan ilmu yang dapat memberikan kontribusi berarti bagi perkembangan Iptek, melalui pengembangan SDM berkelanjutan serta pengembangan fasilitas laboratorium.
3. Meningkatkan pelayanan program pengabdian masyarakat melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi yang ekonomis dan tepat guna.
4. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan tuntutan kebutuhan stake-holders baik internal, maupun eksternal, melalui pengembangan kurikulum serta kualitas materi dan prosess pembelajaran secara berkelanjutan.
5. Mendukung terwujudnya STT-POMOSDA sebagai salah satu perguruan tinggi teknik yang berkualitas handal dan bernartabat.

Kompetensi Lulusan

A. Ketrampilan Teknis (Technical Skills)
Pengetahuan (Knowledge and Understanding)
[1] Mengerti dan memahami matematika, dasar sains dan teknologi.
[2] Mengerti dan memahami konsep dasar teknik industri untuk menganalisis, merancang, merekayasa serta mengembangkan proses yang efisien untuk menyelesaikan masalah industri dan bisnis modern.
[3] Mengerti dan memahami konsep dasar teknik perancangan, pengujian dan pengoperasian proses industri dan pengelolaan bisnis.
Ketrampilan Intelektual (Intelctual Skills)
[4] Mampu menerapkan dasar sains, matematika dan aplikasinya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam teknik industri dan bisnis.
[5] Mampu menerapkan teknik pengembangan sistem yang optimal untuk sistem industri dan bisnis.
[6] Mampu menerapkan metode identifikasi, formulasi, dan penyelesaian persoalan-persoalan keteknikan bidang industri dan pengelolaan bisnis.
[7] Mampu menerapkan metode perancangan dan pelaksanaan eksperimen serta mampu menganalisis dan menginterpretasikan data.
Ketrampilan Praktis (Practical Skills)
[8] Menguasai dan mampu menerapkan teknik analisis dan disain sistem untuk sistem industri dan pengelolaan bisnis modern.
[9] Menguasai dan mampu menganalisis penerapan metode matematik, dasar sains dan teknologi untuk pengembangan sistem industri dan pengelolaan bisnis modern.
B. Ketrampilan Profesional (Profesional Skills)
[10] Mengerti dan tanggap terhadap isu-isu keteknikan kontemporer,
[11] Memiliki teknik dan keahlian profesional untuk memanfaatkan teknologi ICT serta peralatan/tools modern lainnya yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab profesionalnya,
[12] Mampu untuk mengembangkan diri serta mampu berfikir logis dan analitis untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi secara profesional,
[13] Mampu untuk bekerja mandiri dan bekerja sebagai tim, serta cepat beradaptasi dalam bekerja sama dengan profesional dan ahli dari berbagai disiplin ilmu.
C. Ketrampilan Komunikasi (Communication Skills)
[14] Mampu berkomunikasi secara efektif,
[15] Mampu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan kerja dari beragam etnik serta mampu beradaptasi dengan tradisi dan budaya setempat,
D. Ketrampilan Perilaku Hidup Bermasyarakat (Ethical/Societal Skills)
[16] Mampu menyadari, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari [17] Mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
[18] Mampu menjunjung tinggi norma, tata nilai, etika dan hukum dalam mengemban tugas dan tanggungjawab profesionalnya,
[19] Memiliki kepedulian dan tanggap terhadap dampak pengembangan Iptek dalam konteks masyarakat baik nasional, regional maupun internasional.

LABORATORIUM

Untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, disediakan prasarana dan sarana Laboratorium sebagai pendukung utama, yang terdiri dari :

1. Laboratorium Sistem Manufaktur (LASTMAN).
2. Laboratorium Optimasi Sistem Industri (OPSI).
3. Laboratorium Sistem Kerja dan Ergonomi Industri (LASER).