ABDIMAS | KKN Mahasiswa Teknik Industri - Optimasi Sistem Pertanian Berkelanjutan
NGANJUK – Guna mewujudkan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa semester 6 Program Studi Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknologi Pomosda resmi melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini difokuskan pada penerapan rekayasa sistem dan manajemen industri di sektor pangan, bertempat di Japo Agro Komplek, Dusun Domplek, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, program sinergi akademik ini berlangsung selama hampir satu bulan penuh, terhitung sejak 15 Juni 2026 hingga 11 Juli 2026.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Industri STT Pomosda, Pak Putut Ade Irawan, ST.,MT, menjelaskan bahwa pemilihan Japo Agro Komplek sebagai lokasi pelaksanaan KKN dinilai sangat strategis untuk menguji keandalan ilmu agroindustri. Melalui ekosistem pertanian terpadu ini, mahasiswa ditantang untuk mentransformasikan pertanian konvensional menjadi sistem yang lebih efektif melalui pendekatan keilmuan teknik industri, seperti optimasi proses produksi hulu-hilir, manajemen rantai pasok (supply chain management) komoditas tani, analisis ergonomi kerja petani, hingga perancangan tata letak (facility layout) operasional lahan demi meminimalkan pemborosan (waste).
Selama periode KKN, para mahasiswa akan berlatih merealisasikan program kerja strategis yang meliputi reduksi bottleneck pada proses pascapanen, sosialisasi standardisasi mutu produk pertanian, rekayasa alat bantu tani yang ergonomis, serta pengelolaan limbah pertanian berbasis prinsip green manufacturing untuk menjaga kesehatan dan lingkungan.
Agar program kerja tersebut berjalan terarah dan memberikan dampak konkret, jalannya seluruh kegiatan di lapangan dikawal dan dibimbing langsung oleh tim penanggung jawab lapangan yang berpengalaman, yaitu Pak Agus Kurniawan dan Pak Bino. Kehadiran para pendamping lapangan ini memastikan bahwa output riset, perancangan sistem, maupun aksi sosial yang dilakukan mahasiswa dapat selaras dengan kebutuhan operasional real-time di Japo Agro Komplek serta masyarakat petani sekitar.
Melalui kolaborasi erat antara civitas akademika STT Pomosda dan pengelola pertanian modern di Tanjunganom ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi taktis dan sistemik yang mampu mendongkrak produktivitas serta nilai tambah (value added) hasil tani lokal. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kontribusi "Dari Desa untuk Indonesia" dapat diwujudkan oleh generasi muda melalui pendekatan sains dan rekayasa industri.