Mahasiswa STT Pomosda Ikuti Pelatihan Teknik Rappelling untuk Kesiapsiagaan Mitigasi Bencana dan Survival
NGANJUK – Mahasiswa STT Pomosda yang tergabung dalam anggota Racana Gerakan Pramuka Gugus Depan Nganjuk 11.007 - 11.008 Pangkalan STT Pomosda menggelar Pelatihan Rappelling di Lapangan Sepak Bola Brumbung pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan keterampilan khusus dalam menuruni medan vertikal secara aman dan terukur. Rappelling atau abseiling merupakan teknik menuruni permukaan vertikal seperti tebing, dinding bangunan, atau air terjun secara terkontrol menggunakan tali dan perlengkapan keselamatan khusus. Teknik ini umumnya digunakan dalam aktivitas panjat tebing, olahraga arus deras, hingga operasi penyelamatan (rescue). Untuk menjamin keamanan, latihan ini menerapkan standar penggunaan prosedur dan perlengkapan keselamatan yang ketat, termasuk penggunaan tali karmantel, harness (sabuk pengaman tubuh), carabiner (cincin pengait), descender (alat penurun), serta sarung tangan dan helm pelindung.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh mahasiswa semester 2, 4, dan 6. Acara diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan senam pemanasan fisik untuk meminimalkan risiko cedera. Sebelum melakukan praktik lapangan, para peserta mendapatkan pembekalan teori yang intensif dari dua instruktur berpengalaman, yaitu Moh. Arifin, S.T. dan Fadil Zadha. Pembekalan tersebut mencakup pengenalan alat, fungsi safety, serta teknik dasar pemosisian tubuh saat menuruni tali. "Rappelling bukan sekadar menguji keberanian, melainkan bentuk latihan kedisiplinan serta kepercayaan penuh terhadap keandalan alat dan arahan instruktur," ujar salah satu pemateri saat simulasi.
Praktik lapangan memberikan dinamika tersendiri bagi para peserta. Menyadari bahwa aktivitas ini memerlukan kesiapan mental yang tinggi, beberapa mahasiswa sempat mengalami kendala psikologis seperti rasa cemas atau ragu sebelum meluncur. Namun, melalui bimbingan dan pengawasan ketat dari para pelatih, seluruh peserta berhasil mengatasi kendala tersebut dan menyelesaikan simulasi dengan selamat. Di akhir sesi, seluruh peserta tercatat berhasil menyelesaikan praktik lapangan dan memahami dasar-dasar keselamatan rappelling dengan baik. Kegiatan peningkatan keterampilan ini dirancang untuk membentuk karakter mahasiswa yang disiplin, tangguh, dan siap beradaptasi dengan berbagai tantangan di masyarakat, khususnya dalam situasi darurat atau kegiatan kepramukaan lapangan.