STT POMOSDA
Loading...
Memuat konten...
Jumat, 09 Januari 2026 09 Al Arif 13 MHD
🎓 Selamat Datang di Sekolah Tinggi Teknologi Pomosda - Terakreditasi BAN-PT 💻 Teknik Informatika (S1) - Membentuk Kader yang Kompeten dalam IT 🏭 Teknik Industri (S1) - Membentuk Kader yang Kompeten dalam Teknik Industri 🌟 Kampus Teknik Nomor 1 di Kabupaten Nganjuk 📚 Program Beasiswa Romo Kiai Tanjung dan KIP Kuliah 🎯 Penerimaan Mahasiswa Baru Telah Dibuka
  • Berita
  • NEWS UPDATE|| Acara Penandatanganan MoU antara Kemensos RI dengan STT POMOSDA Nganjuk beserta Perguruan Tinggi Jawa Timur

Sekolah Tinggi Teknologi POMOSDA

NEWS UPDATE|| Acara Penandatanganan MoU antara Kemensos RI dengan STT POMOSDA Nganjuk beserta Perguruan Tinggi Jawa Timur

STT POMOSDA
Kamis, 13 Februari 2025
11:41 WIB
2 menit baca

Surabaya, 10 Februari 2025 – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menjalin kerja sama strategis dengan perguruan tinggi di Jawa Timur dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam Forum Rektor Perguruan Tinggi Jawa Timur yang diselenggarakan di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Senin (10/2).
Hadir dalam acara tersebut Menteri Sosial Drs. Syaifulloh Yusuf, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan akademisi dalam merancang serta mengimplementasikan program-program sosial yang berbasis penelitian dan inovasi. Turut hadir pula Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., yang memberikan pandangannya mengenai peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat miskin melalui pendidikan dan teknologi.
Dalam sambutannya, Menteri Sosial menyatakan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program-program pengentasan kemiskinan yang lebih efektif dan berkelanjutan. “Perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual yang dapat berkontribusi secara nyata dalam mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menekankan pentingnya integrasi program pemberdayaan sosial ke dalam kurikulum akademik, sehingga mahasiswa dapat lebih memahami dan terlibat langsung dalam upaya pengentasan kemiskinan di masyarakat. “Kolaborasi ini akan membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam program sosial berbasis riset, yang nantinya bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.
Acara ini juga dihadiri oleh para rektor dan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur, yang menyatakan komitmennya untuk mendukung program ini dengan menyusun inisiatif dan proyek berbasis pemberdayaan sosial di wilayah masing-masing.
Diharapkan, implementasi MoU ini dapat menghasilkan berbagai program yang berkontribusi nyata dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.

Top