Sinergi STT POMOSDA dengan Tim BKT dan Tim Mitigasi Bencana Jatayu Pomosda
Tingkatkan Kapasitas Masyarakat, STT Pomosda bersama BKT Gelar Pelatihan Budidaya dan Mitigasi Bencana di Magetan
TAKERAN, MAGETAN – Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Pomosda terus berkomitmen dalam melaksanakan pengabdian masyarakat yang berdampak nyata. Pada Selasa (3/6) malam, STT Pomosda bersinergi dengan Bina Kerabat Tani (BKT) dan Tim Mitigasi Jatayu Pusat menyelenggarakan Pelatihan Budidaya, Pemberdayaan, dan Mitigasi Kebencanaan.
Acara yang berlangsung di Jatayu Cabang Magetan, Kecamatan Takeran ini dimulai pukul 19.00 hingga 23.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat, pengurus lingkungan, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat yang antusias menyerap ilmu dan strategi aplikatif.
Sinergi Sektor Pertanian dan Ketangguhan Bencana
Pelatihan intensif ini dibagi menjadi dua sesi materi utama yang berfokus pada kemandirian ekonomi pangan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana:
Sesi 1 : Pemberdayaan dan Budidaya Pertanian
Materi ini disampaikan langsung oleh Bapak Agus Kurniawan, selaku Koordinator BKT Pomosda. Beliau memaparkan strategi budidaya pertanian yang berkelanjutan serta pola pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal agar masyarakat mampu mandiri secara pangan dan ekonomi.
"Kemandirian pangan harus dimulai dari hulu, yaitu bagaimana masyarakat memanfaatkan potensi tanah lokal secara berkelanjutan. Melalui pola pemberdayaan yang tepat, kita ingin ekonomi warga Takeran bisa tumbuh mandiri," ujar Agus Kurniawan dalam paparannya.
Sesi 2 : Mitigasi Kebencanaan
Materi kedua dipaparkan oleh Bapak Chaisar Al Akbar, seorang praktisi kebencanaan sekaligus Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Nganjuk. Beliau menekankan pentingnya pemetaan risiko wilayah, langkah antisipasi dini, serta pembentukan mental masyarakat yang tangguh.
"Masyarakat yang tangguh adalah masyarakat yang siap sebelum bencana itu datang, bukan sekadar responsif saat terjadi situasi darurat. Pengurangan risiko berbasis komunitas seperti ini adalah kunci keselamatan bersama," tegas Chaisar.
Kontribusi Aktif Mahasiswa STT Pomosda
Selain dihadiri oleh jajaran dosen dan instruktur ahli, kegiatan ini juga menjadi ajang implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi mahasiswa STT Pomosda. Dua mahasiswa, Faiz Nidhomul dan Agus Toi, terlibat aktif secara langsung di lapangan untuk membantu kelancaran teknis acara serta mendampingi interaksi dengan peserta pelatihan.
Keterlibatan aktif mahasiswa ini diharapkan dapat mengasah empati sosial sekaligus kemampuan problem-solving mereka di tengah dinamika masyarakat yang sebenarnya.
Harapan Pasca-Pelatihan
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan masyarakat Takeran, Magetan tidak hanya memiliki keterampilan baru dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui program BKT, tetapi juga memiliki kesadaran kolektif yang kuat mengenai pentingnya mitigasi bencana demi keselamatan bersama.
Pihak STT Pomosda berkomitmen untuk terus mengawal program pengabdian seperti ini secara berkala, guna memastikan ilmu yang dibagikan dapat diterapkan secara konsisten dan membawa dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat luas.