STT POMOSDA
  • Rabu, 21 Pebruari 2024
  • 21 Al Qusyasyi 11 MHD
  • Artikel
  • Cara menyusun Analisis Kelayakan Usaha
Cara menyusun Analisis Kelayakan Usaha

Cara menyusun Analisis Kelayakan Usaha

Menyusun analisis kelayakan usaha (AKA studi kelayakan usaha) adalah langkah penting sebelum memulai atau mengembangkan bisnis. Analisis ini membantu Anda menilai apakah ide bisnis Anda layak diteruskan, mengidentifikasi potensi risiko dan peluang, serta membuat rencana strategis yang matang. Berikut langkah-langkah umum untuk menyusun analisis kelayakan usaha:

1. Analisis Awal:

  • Definisi bisnis: Jelaskan secara detail jenis usaha, produk/jasa yang ditawarkan, dan target pasar Anda.
  • Tujuan bisnis: Tentukan tujuan jangka pendek dan panjang, seperti target pendapatan atau pangsa pasar.
  • Identifikasi stakeholder: Tentukan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti investor, pemberi pinjaman, dan pemasok.


2. Evaluasi Kelayakan Keuangan:

  • Estimasi biaya: Hitung perkiraan biaya investasi awal, biaya operasional, dan biaya produksi.
  • Proyeksi pendapatan: Perkirakan potensi penjualan dan pendapatan berdasarkan riset pasar.
  • Analisis titik impas: Hitung titik minimum penjualan yang diperlukan untuk menutupi biaya operasional.
  • Laporan keuangan proforma: Susun laporan laba rugi dan neraca yang diproyeksikan untuk beberapa periode ke depan.

3. Penilaian Pasar: Riset pasar:

  • Kumpulkan data tentang potensi pasar, perilaku konsumen, dan kompetitor.
  • Segmentasi pasar: Identifikasi segmen pasar target dan tentukan strategi pemasaran yang sesuai.
  • Analisis SWOT: Evaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi bisnis Anda.

4. Kelayakan Teknis dan Operasional:

  • Lokasi usaha: Pilih lokasi yang tepat dan strategis untuk menjangkau target pasar dan memenuhi kebutuhan operasional.
  • Sumber daya manusia: Tentukan jenis dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan serta rencana perekrutan.
  • Perlengkapan dan fasilitas: Rencanakan kebutuhan peralatan, mesin, dan infrastruktur lainnya.
  • Proses produksi/operasi: Desain proses produksi/operasional yang efisien dan efektif.

5. Analisis Risiko dan Kepekaan:

  • Identifikasi potensi risiko yang mungkin dihadapi dan susun rencana mitigasi.
  • Lakukan analisis kepekaan untuk melihat sensitivitas bisnis terhadap perubahan faktor-faktor tertentu, seperti harga bahan baku atau harga jual produk.

6. Kesimpulan dan Rekomendasi:

  • Berdasarkan hasil analisis, simpulkan apakah usaha Anda layak dijalankan.
  • Ajukan rekomendasi terkait strategi pengoperasian, pemasaran, dan keuangan.

Tips tambahan:

  • Gunakan data dan informasi yang akurat dan relevan.
    Minta dukungan dari ahli atau konsultan jika diperlukan.
  • Buat analisis kelayakan usaha Anda ringkas dan mudah dipahami.
  • Perbarui analisis kelayakan usaha Anda secara berkala.

Semoga informasi ini bermanfaat!

1 Comment

  • digital marketer

    digital marketer 1 bulan yang lalu

    Rabu, 10 Januari 2024   16:04

    blog informasi tentang analisis usaha sangat bermanfaat. Di dalam dunia bisnis modern, strategi yang efektif memiliki peranan yang sangat penting. Jasa Sosial Media Manajemen dapat memberikan keuntungan besar bagi bisnis online dengan meningkatkan interaksi dengan audiens melalui perencanaan strategi konten yang relevan.

    Balas
  • Leave a Comment

    Recommended