STT POMOSDA
Loading...
Memuat konten...
Senin, 03 Agustus 2026 03 Al Husain 14 MHD
🎓 Selamat Datang di Sekolah Tinggi Teknologi Pomosda - Terakreditasi BAN-PT 💻 Teknik Informatika (S1) - Membentuk Kader yang Kompeten dalam IT 🏭 Teknik Industri (S1) - Membentuk Kader yang Kompeten dalam Teknik Industri 🌟 Salah Satu Kampus Teknik di Kabupaten Nganjuk 📚 Program Beasiswa Romo Kiai Tanjung dan KIP Kuliah 🎯 Penerimaan Mahasiswa Baru Telah Dibuka
  • Artikel
  • Mengubah Rumput Menjadi Cadangan Pakan Berkualitas: Inovasi Silase untuk Peternak Domba
Mengubah Rumput Menjadi Cadangan Pakan Berkualitas: Inovasi Silase untuk Peternak Domba

Mengubah Rumput Menjadi Cadangan Pakan Berkualitas: Inovasi Silase untuk Peternak Domba

     Siapa bilang inovasi teknologi hanya identik dengan robot, kecerdasan buatan, atau aplikasi digital? Di dunia peternakan, inovasi sederhana justru mampu memberikan dampak yang luar biasa. Salah satunya adalah teknologi silase, sebuah solusi cerdas untuk mengatasi krisis pakan ternak, terutama saat musim kemarau.
 
    Selama ini, banyak peternak domba masih bergantung pada rumput segar sebagai sumber pakan utama. Masalah muncul ketika musim kemarau datang. Rumput semakin sulit ditemukan, biaya mencari pakan meningkat, dan produktivitas ternak pun ikut menurun. Kondisi ini menjadi tantangan nyata bagi peternak di berbagai daerah, termasuk di Desa Betet, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
 
    Melalui penelitian yang dilakukan secara kolaborasi oleh dosen dan mahasiswa, STT Pomosda menawarkan sebuah solusi yang sederhana namun berdampak besar yaitu silase. Bayangkan seperti "meal prep" untuk manusia, tetapi khusus untuk ternak. Rumput gajah dan tebon jagung diolah melalui proses fermentasi sehingga dapat disimpan dalam waktu lama tanpa kehilangan kualitas nutrisinya. Ketika musim kemarau tiba, peternak tidak lagi panik mencari hijauan karena cadangan pakan sudah tersedia.
 
   Yang menariknya lagi penelitian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan, pelatihan, hingga pendampingan kepada peternak. Para peternak diajak belajar mulai dari proses pencacahan hijauan, teknik fermentasi, hingga cara menyimpan silase agar menghasilkan kualitas terbaik. Pendekatan ini membuat peternak bukan hanya menjadi penerima teknologi, tetapi juga mampu memproduksi silase secara mandiri.
 
     Hasilnya sangat menjanjikan. Silase yang dihasilkan memiliki kualitas fisik yang baik dengan aroma fermentasi yang khas, warna yang tetap alami, dan tekstur yang masih menyerupai bahan aslinya. Lebih dari itu, penerapan teknologi ini mampu meningkatkan pengetahuan peternak, menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun, serta mendukung keberlangsungan usaha peternakan domba secara lebih efisien dan berkelanjutan.
 
     Dari sisi ekonomi, inovasi ini juga cukup ramah di kantong. Penelitian menunjukkan bahwa setelah investasi awal untuk peralatan, biaya produksi silase berikutnya relatif rendah, sehingga teknologi ini berpotensi menjadi solusi yang mudah diterapkan oleh peternak skala kecil maupun menengah. Dengan harga pokok produksi sekitar Rp3.310 per kilogram, silase menjadi alternatif pakan yang ekonomis sekaligus bernilai strategis bagi keberlanjutan usaha peternakan.
 
   Penelitian ini membuktikan bahwa inovasi tidak harus rumit untuk memberikan dampak nyata. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan sentuhan teknologi tepat guna, peternak dapat menjadi lebih mandiri, lebih siap menghadapi perubahan iklim, dan lebih tangguh dalam menjaga produktivitas ternaknya.
 
Sumber : 
Jurnal    : Penerapan Teknologi Silase untuk Mewujudkan Peternak Domba yang 
               Tangguh di Desa Betet
Peneliti  : Denny Kurniawati, S.T. & Luhur Pambudi Herdanarpati, S.T.

Leave a Comment

Top