STT POMOSDA
Loading...
Memuat konten...
Sabtu, 20 Juni 2026 20 Al Ali 14 MHD
🎓 Selamat Datang di Sekolah Tinggi Teknologi Pomosda - Terakreditasi BAN-PT 💻 Teknik Informatika (S1) - Membentuk Kader yang Kompeten dalam IT 🏭 Teknik Industri (S1) - Membentuk Kader yang Kompeten dalam Teknik Industri 🌟 Salah Satu Kampus Teknik di Kabupaten Nganjuk 📚 Program Beasiswa Romo Kiai Tanjung dan KIP Kuliah 🎯 Penerimaan Mahasiswa Baru Telah Dibuka
  • Artikel
  • Sistem Intensif Terbukti Meningkatkan Produktivitas Telur Itik Mojosari
Sistem Intensif Terbukti Meningkatkan Produktivitas Telur Itik Mojosari

Sistem Intensif Terbukti Meningkatkan Produktivitas Telur Itik Mojosari

   Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap sumber protein hewani terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Salah satu sumber protein yang mudah dijangkau adalah telur, termasuk telur itik yang memiliki nilai gizi tinggi dan banyak digunakan dalam berbagai produk pangan. Namun, hingga saat ini produksi telur masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pasar.

   Melihat kondisi tersebut, Arista Eka Aprilia dari Program Studi Teknik Industri STT Pomosda melakukan penelitian mengenai pengaruh sistem pemeliharaan terhadap produktivitas telur Itik Mojosari, salah satu jenis itik petelur unggulan di Indonesia. Penelitian ini membandingkan dua metode pemeliharaan yang umum digunakan peternak, yaitu sistem intensif dan sistem semi intensif.

Membandingkan Dua Sistem Pemeliharaan

  Penelitian dilakukan terhadap 100 ekor itik Mojosari yang dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 50 ekor dipelihara dengan sistem intensif menggunakan kandang baterai individu, sedangkan 50 ekor lainnya dipelihara dengan sistem semi intensif yang memungkinkan itik bergerak lebih bebas dalam kandang kelompok.

   Pada sistem intensif, setiap itik mendapatkan ruang tersendiri, pakan tersedia secara teratur, kebersihan kandang lebih mudah dikontrol, dan kondisi kesehatan ternak dapat dipantau secara optimal. Sementara itu, pada sistem semi intensif, itik dipelihara secara berkelompok dengan tingkat kepadatan lebih tinggi dan akses pakan yang harus diperebutkan.

Hasil Penelitian: Sistem Intensif Lebih Produktif

   Selama masa pengamatan 28 hari, kelompok itik yang dipelihara secara intensif menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan kelompok semi intensif.

Data penelitian menunjukkan bahwa:

  • Sistem intensif menghasilkan total 1.138 butir telur.
  • Sistem semi intensif menghasilkan 929 butir telur.
  • Rata-rata produksi telur pada sistem intensif mencapai 41 butir per hari.
  • Rata-rata produksi telur pada sistem semi intensif mencapai 34 butir per hari.

   Tidak hanya jumlah telur yang meningkat, kualitas telur yang dihasilkan juga lebih baik. Bobot rata-rata telur dari sistem intensif mencapai 75,50 gram, sedangkan sistem semi intensif hanya mencapai 69,04 gram.

   Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan yang lebih terkontrol mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas telur yang dihasilkan.

Analisis Statistik Membuktikan Perbedaan Nyata

  Untuk memastikan bahwa perbedaan tersebut bukan terjadi secara kebetulan, penelitian menggunakan uji statistik Independent Sample T-Test. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara produktivitas telur pada sistem pemeliharaan intensif dan semi intensif. Nilai t hitung sebesar 24,791 juga jauh lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,00488. Temuan ini semakin memperkuat bahwa sistem pemeliharaan memiliki pengaruh nyata terhadap produktivitas Itik Mojosari.

Mengapa Sistem Intensif Lebih Unggul?

Produktivitas yang lebih tinggi pada sistem intensif dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Ketersediaan pakan yang lebih terjamin.
  • Kepadatan kandang yang lebih rendah.
  • Pengawasan kesehatan yang lebih mudah dilakukan.
  • Lingkungan kandang yang lebih terkontrol.
  • Tingkat stres ternak yang lebih rendah.

Kondisi tersebut mendukung proses pertumbuhan dan reproduksi itik sehingga produksi telur menjadi lebih optimal dan konsisten.

Peluang bagi Peternak

   Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa penerapan sistem pemeliharaan intensif dapat menjadi solusi bagi peternak yang ingin meningkatkan produktivitas usaha peteluran itik. Dengan manajemen pakan yang baik, pengelolaan kesehatan yang teratur, serta lingkungan kandang yang nyaman, peternak dapat memperoleh hasil produksi yang lebih tinggi dan berkualitas.

   Selain meningkatkan pendapatan peternak, peningkatan produksi telur juga dapat membantu memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia yang terus meningkat setiap tahun.

Kesimpulan

   Penelitian ini membuktikan bahwa sistem pemeliharaan intensif lebih efektif dibandingkan sistem semi intensif dalam meningkatkan produktivitas telur Itik Mojosari. Sistem intensif menghasilkan jumlah telur yang lebih banyak, bobot telur yang lebih besar, serta produktivitas yang lebih konsisten.

   Temuan ini menjadi referensi penting bagi peternak, akademisi, dan pelaku agribisnis dalam mengembangkan usaha peternakan itik yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Analisis oleh : Arista Eka Aprilia - Teknik Industri - STT Pomosda

Leave a Comment

Top