- Post : STT POMOSDA CENTER
- Senin, 22 Juni 2026
- 12:33
- Trend Teknologi
- Read 12
Transformasi Industri Hijau di Era Pembangunan Berkelanjutan
Langkah Nyata Industri Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Perubahan iklim, meningkatnya kebutuhan energi, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan mendorong perusahaan untuk menerapkan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Salah satu perusahaan yang menunjukkan komitmen tersebut adalah PT Dharma Electrindo Manufacturing (PT DEM), produsen wiring harness dan komponen kelistrikan otomotif yang menerapkan berbagai inovasi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
SDGs merupakan agenda pembangunan global yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015. Program ini terdiri dari 17 tujuan yang bertujuan mengurangi kemiskinan, melindungi lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga tahun 2030.
Tantangan Penggunaan Energi di Industri
Sebagai perusahaan manufaktur, PT DEM memiliki kebutuhan energi yang cukup besar. Hasil pengamatan menunjukkan beberapa permasalahan yang masih ditemukan di lingkungan perusahaan, antara lain:
- Penggunaan lampu yang kurang efisien.
- Biaya penyiraman area hijau yang cukup tinggi.
- Kebocoran pada selang mesin yang menyebabkan pemborosan energi dan material.
- Tingkat emisi yang masih melebihi target perusahaan.
Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya operasional sekaligus memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
Pendekatan PDCA untuk Perbaikan Berkelanjutan
Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, PT DEM menerapkan metode PDCA (Plan-Do-Check-Action) yang merupakan salah satu metode perbaikan berkelanjutan dalam dunia industri.
Plan (Perencanaan). Perusahaan mengidentifikasi akar permasalahan menggunakan observasi lapangan dan diagram sebab-akibat (fishbone diagram). Dari analisis tersebut ditemukan berbagai faktor penyebab seperti kurangnya inspeksi mesin, penggunaan teknologi lama, serta pengelolaan energi yang belum optimal.
Do (Pelaksanaan). Setelah masalah teridentifikasi, perusahaan mulai melaksanakan berbagai program perbaikan, antara lain:
- Pelatihan karyawan mengenai efisiensi energi.
- Penerapan perawatan mesin secara berkala.
- Penggantian lampu konvensional menjadi lampu LED hemat energi.
- Optimalisasi jalur produksi agar lebih efisien.
- Penggunaan teknologi otomatis untuk mendukung operasional.
Check (Pemeriksaan). Seluruh program dievaluasi secara berkala untuk mengukur keberhasilannya. Beberapa indikator yang digunakan meliputi:
- Penurunan konsumsi energi.
- Berkurangnya kerusakan mesin.
- Peningkatan produktivitas.
- Efisiensi biaya operasional.
- Tingkat kepuasan karyawan.
Action (Tindak Lanjut). Program yang terbukti berhasil kemudian dijadikan standar operasional perusahaan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
- Inovasi Ramah Lingkungan yang Diterapkan
PT DEM menerapkan sejumlah inovasi yang mendukung efisiensi energi dan pengurangan dampak lingkungan.
- Pemanfaatan Cahaya Alami
Perusahaan memasang sistem Sky Light pada area produksi sehingga pencahayaan alami dari sinar matahari dapat dimanfaatkan secara maksimal. Langkah ini mengurangi ketergantungan terhadap lampu listrik pada siang hari.
- Lampu LED dan Sensor Otomatis
Lampu konvensional diganti dengan lampu LED yang lebih hemat energi. Beberapa area juga dilengkapi sensor cahaya dan sensor gerak sehingga lampu hanya menyala saat diperlukan.
- Penggunaan Air Limbah yang Telah Diolah
Untuk kebutuhan penyiraman tanaman, perusahaan memanfaatkan air limbah yang telah diolah dan memenuhi standar lingkungan. Cara ini membantu mengurangi penggunaan air bersih sekaligus mendukung konsep daur ulang.
- Perawatan Mesin yang Lebih Baik
Perusahaan melakukan perbaikan pada sistem selang dan komponen mesin yang mengalami kebocoran. Langkah ini mampu mengurangi pemborosan energi dan meningkatkan keandalan proses produksi.
- Pemasangan Panel Surya
Salah satu inovasi terbesar yang dilakukan adalah penggunaan panel surya (solar photovoltaic/PV) sebagai sumber energi terbarukan. Sistem ini digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Dampak Positif yang Diperoleh
Implementasi berbagai program tersebut memberikan hasil yang cukup signifikan, antara lain:
- Penurunan emisi karbon sekitar 12% setiap tahun.
- Penghematan konsumsi listrik sebesar 21.790,12 kWh.
- Peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
- Pengurangan biaya energi dan perawatan.
- Peningkatan kesadaran karyawan terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan.
Program ini juga mendukung beberapa tujuan SDGs, khususnya:
- SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau.
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
- SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
- SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.
Kesimpulan
Penerapan teknologi hemat energi, energi terbarukan, dan metode PDCA di PT Dharma Electrindo Manufacturing membuktikan bahwa industri dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Melalui penggunaan lampu LED, pemanfaatan cahaya alami, sistem penyiraman yang efisien, perawatan mesin yang lebih baik, dan pemasangan panel surya, perusahaan berhasil mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon secara signifikan.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa transformasi menuju industri yang lebih hijau bukan hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan di masa depan.
- Label :
- INFORMASI
- Pengetahuan
- Trend Teknologi
Leave a Comment
Recommended
- Rabu, 27 Desember 2023
- Pengetahuan
Sebaiknya anda harus Tahu : Apa sebenarnya Personal Branding???
read more
- Rabu, 27 Desember 2023
- Pengetahuan
Sarjana Informatika harus tahu : Apa itu Web Developer???
read more
- Senin, 27 Januari 2025
- Pengetahuan
Mengenal sekilas tentang dasar-dasar Pemrograman Web
Mengenal HTML, PHP dan MySQL
read more